tugas mandiri pertemuan 11
Nama: Ananda Eko Purwanto
Nim:17190319
Kelas:17.3A.07
Jelaskan Fungsi-Fungsi dari
Protokol di bawah ini :
1. ICMP : ICMP adalah protokol
jaringan internet yang berfungsi untuk memberikan kiriman pesan – pesan ke
dalam sebuah jaringan, mulai dari mengirimkan pesan eror, pesan diterima,
hubungan putus atau connection lost, dan sebagainya. Dengan adanya ICMP ini,
maka jaringan akan mengetahui respon – respon yang terjadi salami konektivitas
di dalam jaringan itu berlangsung.
2.
POP3 : POP3 berfungsi seperti
bis surat yang bekerja untuk mengambil dan membaca e-mail yang masuk ke akun Anda.
Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan sementara e-mail yang terkirim di dalam
sebuah e-mail server kemudian meneruskannya ke alamat e-mail client. E-mail
tersebut baru akan terrespon ketika sudah dibuka oleh user yang
berhak mengakses alias mereka yang memegang username dan password dari
alamat e-mail tersebut.
3.
SMTP : SMTP digunakan untuk
berkomunikasi dengan server guna mengirimkan email dari lokal email ke server,
sebelum akhirnya dikirimkan ke server email penerima. Proses ini dikontrol
dengan Mail Transfer Agent (MTA) yang ada dalam server email Anda.
4.
FTP : Salah satu fungsinya
yang paling utama adalah untuk melakukan pertukaran file maupun informasi antar
komputer. Menariknya, fungsi ini tanpa langkah-langkah yang sulit dan sebesar
apapun file yang akan dikirimkan akan tetap bisa dilakukan.
5.
ARP : Fungsinya yang paling
utama yaitu dapat mencari alamat MAC Address dari suatu PC yang terhubung ke
sebuah Jaringan Local atau LAN dengan Memanfaatkan IP Address dari suatu PC
tersebut.
Berikan
Penjelasan Mengenai kelebihan dan Kekurangan Ipv4 dan
Ipv6?
Internet
Protokol versi 4
Kelebihan :
·
Tidak
mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket
berukuran 576 byte.
·
Pengelolaan
rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup
hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di
router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi
tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.
Kekurangan :
·
Panjang
alamat 32 bit (4bytes).
·
Dikonfigurasi
secara manual atau DHCP IPv4.
·
Dukungan
terhadap IPSec opsional.
·
Fragmentasi
dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
·
IPv4
yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya
mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4
miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa
limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta
saja.
Internet
Protokol versi 6
Kelebihan :
·
Format
header baru. Header baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4
(karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan
beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
·
Jumlah
alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar
sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan
alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk
keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak
perlu lagi digunakan.
·
Infrastruktur
routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6
yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga.
Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai
mode teknologi transmisi.
·
Kemampuan
Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration.
Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis
mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan
mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local)
tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan
konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan
karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan
terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan
memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam
konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan
tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default
bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan
efisien.
·
Keamanan
yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya
bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar.
Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
·
Dukungan
yang lebih bagus untuk QoS. Adanya bagian (field) baru pada header IPv6
untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas
trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari
paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
·
Berbagai
protokol baru untuk keperluan interaksi antar node.Adanya protokol baru
misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien
bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam
jaringan.
·
Ekstensibilitas.
·
Di
masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya
pada extension head.
Kekurangan
·
Operasi
IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang
mendukungnya.
·
Harus
ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan
IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.
Komentar
Posting Komentar